Geliat Petani Madiun dalam Budidaya Tanaman Porang (Amorphophallus Mueller) Semarak dikalangan Petani Pedesaan

Madiun,Justicecyber.online-Saatnya Pemerintah dan Pengusaha Swasta khususnya para Pengusaha_Industri membangun Pabrik² diseluruh Provinsi di Indonesia, mengingat Geliat dan Booming Porang kabupaten Madiun Jawa timur makin Semarak diseluruh Nusantara.Sabtu (2/1/202)

Apalagi Porang adalah tanaman pangan yang Unggul #melebihi Beras dan Gandum.
Kadar Serat Pangan (Glucomanan) Porang lebih yakni 55-65% lebih tinggi dibandingkan Gandum yang kadar Serat Pangan nya hanya 28%.

Keunggulan inilah yang akan menaikan nilai Porang sebagai Bahan Pangan Sehat pengganti beras. (Mengkonsumsi dalam jumlah sedikit tapi tak bikin Obesitas).

Sejarah

PORANG adalah fenomena zaman.
Beratus-ratus tahun Porang ada dibumi pertiwi ini. dipinggir jurang. Dibawah rumpun bambu, di bawah pohon duku dan pepohonan yang rindang. di semak belukar , dihutan lebat, tanpa ada orang kita sudi menengok atau bisa memanfaatkannya.
Bahkan jadi gulma dan musuh bagi petani karena lebatnya daun porang yg mengalahkan tanaman sayur dll.
Dicabut, di babat di buang kejurang.

Tahun 1943, Jepang datang menjajah negeri ini.
Bukan untuk mencari rempah rempah seperti orang eropa, bukan pula mencari emas..
Tapi mencari Porang atau Kijung, Badul atau Konjak untuk memberi makan ratusan ribu pasukan yang sedang berperang di hampir seluruh daratan Asia. Korea, Cina dll.
Makanan utama mereka ( orang Jepang ) bukanlah beras atau gandum. tapi konjak atau porang.

Tetapi proses pengolahan porang jadi makanan sangat dirahasiakan oleh mereka.
Mengapa…???
Karena kalau sampai kita orang Indonesia tahu cara mengolah porang menjadi makanan, jadi beras Shirataki, jadi Konyaku, jadi Mie Shirataki. maka mereka khawatir nanti porang kita di konsumsi sendiri dan mereka tidak dapat lagi suplay porang untuk prajurit mereka di luar negeri.
Bahkan saat armada pengangkut porang mau lewat. yaitu porang yabg di kumpulkan dari anak sekolah dan perangkat desa yang di wajibkan setor porang itu. Mereka membunyikan alarm. agar rakyat pribumi berlindung atau ngumpet di rumah atau di goa-goa, tujuannya agar rakyat tidak tahu bahwa meraka sedang konvoi ratusan truk pengangkut porang ke pelabuhan.

Baca Juga :  Kemensos Percepat Penyaluran Dana Program Keluarga Harapan

Sehingga sampai saat ini Nenek Moyang kita tidak mewarisi kita cara pengolahan porang yang memang mereka tidak tahu.

Allah_SWT Maha adil..
Jepang dan China sebagai pengkonsumsi porang belakangan ini kesulitan stok karena faktor alam dan pertambahan penduduk yang makin banyak butuh porang sangat banyak.
Tahun 2014 kemarin datanglah mereka ke indonesia untuk cari porang. karena memang sumber/pusat porang dunia ada di Indonesia
pada dasarnya porang sudah di kirim kesana sejak tahun 1962 oleh PT Ambico Pasuruan dan PT Sanindo Bandung
tapi kebutuhan di sana makin banyak.
Maka wakil Pemerintah mereka datang langsung untuk kerjasama atau MoU pembelian dan penanaman porang. Awalnya dengan Perhutani Madiun di Saradan sana.
Mulai saat itu porang berkembang makin pesat dan luasan lahan porang khususnya di Jatim (Madiun, Nganjuk, Ngawi, Bojonegoro,Kediri,Malang) makin luas .
Ditambah lagi tahun ini Badan Pangan Dunia FAO menyatakan dunia dalam keadaan darurat pangan.
Dan Indonesia juga merasa perlu memperkuat ketahanan pangan . Dan salah satunya adalah Porang yang merupakan substitusi yang ternyata 5 kali lebih baik dari beras.

Maka boominglah porang dinegeri ini.

Kebutuhan dunia yang sangat besar yang konon baru terpenuhi 5/10% saja dan potensi ratusan juta penduduk Indonesia yang pada titik tertentu nanti akan berubah pola makannya dari Padi akan berubah makan beras porang.
hari ini memang baru para artis. para pejabat dan orang orang kaya saja yang makan beras porang karena harganya masih sangat tinggi yaitu sekitar Rp. 160.000 perkilo.
tapi saya optimis. 5/10 tahun lagi warga biasa sudah akan ikut makan beras porang yang memang sangat baik bagi kesehatan, karena Kandungan Glukomanan (Serat Pangan) sangat tinggi.

Baca Juga :  KASAD LANTIK583 PERWIRA LULUSAN DIKTUKPASUS TNI AD

Peluang ini terbaca oleh petani kita. Oleh pengusaha kita. maka mulai tahun 2019 kemarin sudah mulai pada gila porang.
Porang yang tadinya tanaman liar mulai jadi idola..
Ratusan bahkan ribuan hektar lahan berubah jadi lahan porang.
Potensi pendapatan porang yang sampai ratusan juta perhektar permusim membuat para pengusaha selama ini tidak melirik Dunia pertanian mulai berebut peluang bertani porang.

Porang sudah jadi primadona.
dan Insya_Allah akan terus jadi primadona mengingat bahwa itu adalah kebutuhan pokok dan kebutuhan industri.

Semoga hadirnya porang bisa membawa kemaslahatan bagi petani pedesaan kabupaten madiun dan petani pinggir hutan untuk menikmati hadirnya fenomena porang ini mengingat mereka lah yang ada lahan, ada waktu ada tenaga.
Semoga bukan hanya para pemodal dan pengusaha yang kaya raya dari porang tapi yang utama adalah masyarakat Petani Porang.(Adv)

NANANG M

About NANANG M

Alamat Kantor Pusat : Jl. Raya Desa Ketawang Rt. 09 Rw. 03 Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Indonesia Telp : 085231051822 WA : 082335226877 Bank Jatim : 0982024722 / NANANG M By Support Civil Society Organization "PRIMA INDONESIA FOUNDATION" AHU-001484.AH.01.07.Tahun 2016 Notaris : R.Rulianto.SH NPWP : 31.470-856.1.621.000 PT. ALKA HAKIKI GROUP KEMENKUHAM RI NO.AHU-0000995.AH.01.01 TAHUN 2020 Notaris : IRPAN HARIANJA. SH.MH.MKN NPWP : 93.955.619.7-621.000 https://Justicecyber.online PENANGGUNG JAWAB & WARTAWAN LIPUTAN BERITA ONLINE PIMPINAN CABANG KAB.BLITAR, KOTA BLITAR, KAB.TULUNGAGUNG, KAB.TRENGGALEK : ANGGONO SATRIYANTO. REPORTER : SUDARMAJI, EKA, PERS PIMPINAN CABANG KOTA KEDIRI & KAB.KEDIRI : EDI SANTOSO PIMPINAN CABANG KAB.MAGETAN & KAB.NGAWI : ROLAND, PENDI, MIFTAH, LUTFIANALA PENASEHAT HUKUM : ROSSYIH, PAMUDJI,SH.MH, ARIE PURNOMOSIDI,SH.MH DEWAN PENGAWAS & PEMBINA : ADI SUPARTO (WARTAWAN UTAMA)

View all posts by NANANG M →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *