PROGRAM PTSL DESA KREBET, PERBIDANG BAYAR RP 360.000. PEMOHON BISA DAFTAR DUA BIDANG ATAU LEBIH

Ponorogo, Justice Cyber – Memperoleh kepastian hukum, itulah yang sedang digalakan Pemerintah Pusat dalam rangka memberikan kepastian hukum tentang hak milik tanah. Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Pemerintah mengupayakan pada tahun 2025 semua tanah di Indonesia bersertifkat. Sesuai nawacita bahwa pembangunan dimulai dari desa (Pinggiran).

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur, setiap pengajuan atau pemohon harus membayar Rp 360.000 untuk perbidangnya, jadi kalau satu pemohon seumpama mengajukan dua bidang ya harus bayar Rp  720.000, padahal acuan pemerintah pusat program PTSL gratis, tidak di pungut biaya.

Salah satu nya pemohon Poniran mengakui mengajukan dua bidang tanahnya untuk ikut program PTSL, juga menjelaskan perbidangnya harus bayar Rp 360.000, jadi poniran mengaku sudah lunas membayar Rp 700.000 untuk pengajuan 2 dua bidang, dari jumlah keseluruan kurang lebih dua bidang.

Saat ini ada kegiatan pasca pengecekan berkas sabtu 28 Desember 2019 untuk kelengkapan berkas. Pemohon di undang untuk berkumpul di balai desa krebet, untuk kroscek kelengkapan data atau berkas setiap bidang nya.

Hal ini di benarkan oleh ketua pokmas Edi menjelaskan untuk program PTSL desa Krebet banyak nya pemohon sejumlah 2000 jadi setiap bidang ada biayanya Rp 360.000 x 2000 bidang = Rp 72.000.000 dana tersebut menurutnya di gunakan untuk pembelian patok batas tanah, materai 6000 dan lain sebagainya.

Perihal patok sebaiknya pilih matrial yang bisa cepat sehubungan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, jangan sampai gara-gara patok semua pekerjaan terhambat.

Pengukuran biasanya menggunakan meteran, namun kali ini berbeda pengukuran dilakukan dengan metode digital yang pada prakteknya batas-batas yang sudah ada dideteksi titik koordinatnya menggunakan alat khusus. Metode ini sangat mudah dan mempercepat proses ukur dengan catatan tanda batas tanah sudah ada dan terlihat. (red)

Baca Juga :  Masyarakat Kampung Sawanawa Tidak Minta Merdeka, Tapi Otsus Harus Lanjut
NANANG M

About NANANG M

Alamat Kantor Pusat : Jl. Raya Desa Ketawang Rt. 09 Rw. 03 Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Indonesia Telp : 085231051822 WA : 082335226877 Bank Jatim : 0982024722 / NANANG M By Support Civil Society Organization "PRIMA INDONESIA FOUNDATION" AHU-001484.AH.01.07.Tahun 2016 Notaris : R.Rulianto.SH NPWP : 31.470-856.1.621.000 PT. ALKA HAKIKI GROUP KEMENKUHAM RI NO.AHU-0000995.AH.01.01 TAHUN 2020 Notaris : IRPAN HARIANJA. SH.MH.MKN NPWP : 93.955.619.7-621.000 https://Justicecyber.online PENANGGUNG JAWAB & WARTAWAN LIPUTAN BERITA ONLINE PIMPINAN CABANG KAB.BLITAR, KOTA BLITAR, KAB.TULUNGAGUNG, KAB.TRENGGALEK : ANGGONO SATRIYANTO. REPORTER : SUDARMAJI, EKA, PERS PIMPINAN CABANG KOTA KEDIRI & KAB.KEDIRI : EDI SANTOSO PIMPINAN CABANG KAB.MAGETAN & KAB.NGAWI : ROLAND, PENDI, MIFTAH, LUTFIANALA PENASEHAT HUKUM : ROSSYIH, PAMUDJI,SH.MH, ARIE PURNOMOSIDI,SH.MH DEWAN PENGAWAS & PEMBINA : ADI SUPARTO (WARTAWAN UTAMA)

View all posts by NANANG M →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *