TUGU PERDAMAIAN ANTAR PESILAT ANTISIPASI KONFLIK DI KABUPATEN MADIUN

JUSTICE CYBER KAB. MADIUN

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Madiun Jawa Timur meresmikan sebuah tugu bersama yang berisi dua belas lambang perguruan silat di seluruh Wilayah Madiun. Pembangunan tugu bersama ini merupakan salah satu upaya perwujudan perdamainan antar kelompok pencak silat yang selama ini kerap saling bentrok, termasuk untuk persoalan pembangunan tugu oleh masing-masing perguruan di pinggir-pinggir jalan, jalan masuk ke desa, gardu, pos kampling.

Peresmian tugu bersama yang dibangun di Taman (RTH) Ruang Terbuka Hijau, Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun tersebut selain dihadiri Forkopimda juga diikuti ratusan anggota terdiri dari 12 perguruan silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Madiun.
Secara fisik, Tugu Bersama atau Gapura Bersama dengan ketinggian lebih dari lima meter ini memiliki simbol Pancasila di bagian atasnya, kemudian diikuti simbol dua belas lambang perguruan silat yang tergabung dalam IPSI Kabupaten Madiun. Hal ini menggambarkan bahwa Madiun dikenal sebagai Kampung Pesilat yang memiliki puluhan perguruan pencak silat yang sebagian besar anggotanya tersebar di berbagai daerah.

Dalam peresmian tersebut, AKBP I Made Agus Prasetya, Kapolres Madiun menyatakan bahwa pembangunan tugu ini merupakan tonggak perwujudan perdamaian antar kelompok silat yang kerap saling bentrok karena fanatisme berlebihan ketika masing-masing perguruan mendirikan tugu. Hal ini juga sebagai respon kepolisian mengantisipasi bentrokan antar perguruan sebelumnya. Yang pada intinya terkait persoalan pembangunan salah satu perguruan melibatkan dua kelompok silat di Kabupaten Madiun bertikai dan bermusuhan dan berujung pada proses hukum. Dengan tugu ini diharapkan menjadi perlambang keanekaragaman para pesilat untuk bersatu dan saling membantu menciptakan kondisi Madiun yang kondusif, aman damai dan masyarakat sejahtera.

Baca Juga :  Korban Bisnis “Haram” P.O Logam Emas Mulia, Diminta Lapor Ke Posko Aduan Krisis Center di Plaza Indonesia

Tugu kebersamaan ini merupakan lambang persatuan prasasti tanda tangan organisasi pencak silat.
Hal senada juga disampaikan Puji Wahyu Widodo, selaku Ketua IPSI Kabupaten Madiun, dijelaskan bahwa adanya tugu bersama ini akan menjadi penanda persatuan dan komitmen masing-masing perguruan untuk tidak berkonflik, guyub rukun, gotong royong membangun kabupaten Madiun lebih maju dan lebih baik. Pihaknya juga akan mengevaluasi pembangunan tugu perguruan yang direncanakan akan dibangun masing-masing perguruan silat dan mendukung rencana pemerintahan yang akan membangun tugu bersama serupa di taman ruang terbuka hijau ini di empat lokasi lain.

“Dengan tugu ini kita punya tugu bersama, kita sepakat tidak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan. Percuma Madiun banyak pesilat, tapi kampungnya sendiri tidak aman akibat ulah pesilat sendiri,”ujar Puji Wahyu Widodo, Ketua IPSI Kabupaten Madiun, kepada wartawan.

Aulia Surya Prima Pratama selaku warga PSCP Desa Bacem Kec. Kebonsari ikut partisipasi cinta NKRI serta menjaga keamanan lingkungan masyarakat menjadi panutan masyarakat yang mottonya mengajak kebaikan dan menjauhi perbuatan maksiat/ kriminal yaitu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sementara sebagai langkah lanjutan perwujudan perdamaian setelah pembangunan tugu ini rencananya pihak IPSI akan merangkul sejumlah perguruan silat yang belum masuk sebagai anggota IPSI Kabupaten Madiun untuk ikut sarahsehan bersama. Selain itu pemerintahan Kabupaten Madiun juga akan mengupayakan membuat peraturan daerah/Perda, payung hukum untuk mengatur dan melindungi pembangunan tugu. (nanang ma’ruf)

TUGU PERDAMAIAN ANTAR PESILAT ANTISIPASI KONFLIK DI KABUPATEN MADIUN

JUSTICE CYBER KAB. MADIUN

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Madiun Jawa Timur meresmikan sebuah tugu bersama yang berisi dua belas lambang perguruan silat di seluruh Wilayah Madiun. Pembangunan tugu bersama ini merupakan salah satu upaya perwujudan perdamainan antar kelompok pencak silat yang selama ini kerap saling bentrok, termasuk untuk persoalan pembangunan tugu oleh masing-masing perguruan di pinggir-pinggir jalan, jalan masuk ke desa, gardu, pos kampling.

Baca Juga :  “Try Out” UKW Yang Digelar DPP MOI Bersama Solopos institute Diikuti Oleh 268 Wartawan

Peresmian tugu bersama yang dibangun di Taman (RTH) Ruang Terbuka Hijau, Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun tersebut selain dihadiri Forkopimda juga diikuti ratusan anggota terdiri dari 12 perguruan silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Madiun.
Secara fisik, Tugu Bersama atau Gapura Bersama dengan ketinggian lebih dari lima meter ini memiliki simbol Pancasila di bagian atasnya, kemudian diikuti simbol dua belas lambang perguruan silat yang tergabung dalam IPSI Kabupaten Madiun. Hal ini menggambarkan bahwa Madiun dikenal sebagai Kampung Pesilat yang memiliki puluhan perguruan pencak silat yang sebagian besar anggotanya tersebar di berbagai daerah.

Dalam peresmian tersebut, AKBP I Made Agus Prasetya, Kapolres Madiun menyatakan bahwa pembangunan tugu ini merupakan tonggak perwujudan perdamaian antar kelompok silat yang kerap saling bentrok karena fanatisme berlebihan ketika masing-masing perguruan mendirikan tugu. Hal ini juga sebagai respon kepolisian mengantisipasi bentrokan antar perguruan sebelumnya. Yang pada intinya terkait persoalan pembangunan salah satu perguruan melibatkan dua kelompok silat di Kabupaten Madiun bertikai dan bermusuhan dan berujung pada proses hukum. Dengan tugu ini diharapkan menjadi perlambang keanekaragaman para pesilat untuk bersatu dan saling membantu menciptakan kondisi Madiun yang kondusif, aman damai dan masyarakat sejahtera.

Tugu kebersamaan ini merupakan lambang persatuan prasasti tanda tangan organisasi pencak silat.
Hal senada juga disampaikan Puji Wahyu Widodo, selaku Ketua IPSI Kabupaten Madiun, dijelaskan bahwa adanya tugu bersama ini akan menjadi penanda persatuan dan komitmen masing-masing perguruan untuk tidak berkonflik, guyub rukun, gotong royong membangun kabupaten Madiun lebih maju dan lebih baik. Pihaknya juga akan mengevaluasi pembangunan tugu perguruan yang direncanakan akan dibangun masing-masing perguruan silat dan mendukung rencana pemerintahan yang akan membangun tugu bersama serupa di taman ruang terbuka hijau ini di empat lokasi lain.

Baca Juga :  Jelang Pilkada Ngawi Tahun 2020 H.Jumirin,SE Silaturahmi Ke Kantor DPD Golkar

“Dengan tugu ini kita punya tugu bersama, kita sepakat tidak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan. Percuma Madiun banyak pesilat, tapi kampungnya sendiri tidak aman akibat ulah pesilat sendiri,”ujar Puji Wahyu Widodo, Ketua IPSI Kabupaten Madiun, kepada wartawan.

Aulia Surya Prima Pratama selaku warga PSCP Desa Bacem Kec. Kebonsari ikut partisipasi cinta NKRI serta menjaga keamanan lingkungan masyarakat menjadi panutan masyarakat yang mottonya mengajak kebaikan dan menjauhi perbuatan maksiat/ kriminal yaitu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sementara sebagai langkah lanjutan perwujudan perdamaian setelah pembangunan tugu ini rencananya pihak IPSI akan merangkul sejumlah perguruan silat yang belum masuk sebagai anggota IPSI Kabupaten Madiun untuk ikut sarahsehan bersama. Selain itu pemerintahan Kabupaten Madiun juga akan mengupayakan membuat peraturan daerah/Perda, payung hukum untuk mengatur dan melindungi pembangunan tugu. (nanang ma’ruf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *